Frame 14

Selamat, Kesekian Kalinya Dosen IKHAC Meraih Gelar Doktor

Batu, Kamis (17/10) Rahmat selaku dosen dan Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim melaksanakan ujian promosi doktor (Ujian Terbuka) tercatat 3 tahun 6 bulan beliau merampungkan studi strata tiga (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Studi Interdisipliner di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim.

Bertempat di Gedung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) “Auditorium B” lantai IV, Rahmat dengan tema disertasi “Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berwawasan Multikultural (Studi Multisitus di Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Atas Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet-Mojokerto” berhasil memukau segenap dewan penguji yang terdiri dari tujuh (Tujuh) orang diantaranya; Prof. Dr. H. Zainuddin, MA (Penguji Utama), Dr. H. Suaib H. Muhammad, M.Ag (Penguji), Dr. H. M. Sa’ad Ibrahim, MA (Penguji), Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag (Ketua Penguji), H. Triyo Supriyatno, M.Ag., Ph.D (Asisten Ketua/Penguji), Prof. Dr. H. Mulyadi, M.Pd.I (Promotor/Penguji), dan Dr. H. Ahmad Barizi, MA (Co-Promotor/Penguji).

Ujian promosi doktor yang berlangsung 2 (Dua) jam yaitu pukul 08.00-10.00 WIB itu proses tanya jawab yang menarik mengenai fokus dan temuan penelitian yang melingkupi; 1) Konsep pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan multikultural di MA dan SMA Amanatul Ummah Pacet Mojokerto berorientasi kepada mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan keadilan bagi seluruh Bangsa Indonesia dengan karakteristik, a) Memberikan Teladan, b) Bekerja sama, c) Menjaga Kepercayaan, d) Saling Menghargai, e) Hukuman yang humanis, f) No Bullying, dan g) Bertanggungjawab. 2) Strategi pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan multikultural di MA dan SMA Amanatul Ummah Pacet Mojokerto yakni strategi ketat dalam proses dan bertanggungjawab dalam hasil dengan klasifikasi, a) Intrakurikuler (Strategi pembelajaran), b) Ekstrakurikuler (Strategi peminatan), dan c) Kokurikuler (Strategi pemerosesan). Dan 3) Model pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan multikultural di MA dan SMA Amanatul Ummah yakni menggunakan Grand Model Unggul, Utuh, Berakhlaqul Karimah, existing model ini kemudian dikembangkan oleh peneliti menjadi model AMANAH yang sekaligus menjadi temuan formil peneliti, adapun AMANAH singkatan dari Apersepsi, Musyawarah, Apel, Ngaji, Aplikasi, dan Harmoni, dengan komponen model berupa, a) Pendekatan, b) Metode, c) Teknik, d) Tujuan, e) Media, f) Evaluasi, g) Pengayaan, dan h) Daurah (Remidial).

Lulus dengan predikat Cumlaude, Dr. Rahmat, M.Pd.I telah menambah deretan dosen bergelar doktor di Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto. “Diantara harapan saya, penelitian ini dapat turut berkontribusi secara teoritik bagi kemajuan pendidikan Amanatul Ummah yang telah berhasil menerapkan pembelajaran PAI berwawasan multikultural sehingga dapat mengantarkan santri-santrinya hingga ke perguruan tinggi ternama baik dalam maupun luar negeri” Tutupnya. Sebagai sebuah karya ilmiah, disertasi tersebut menurut informasi telah mendapat tawaran dan diterbitkan oleh penerbit ternama PT Rajagrafindo Persada (Rajawali Pers) Anggota IKAPI dengan ISBN 978-623-231-181-7 sebagai buku wajib perguruan tinggi umum maupun Islam.

 

Frame 13

Ini Pesan Khusus Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah kepada Mahasiswa Baru IKHAC

Mojokerto- Institut Pesantren KH. Abdul Chalim merupakan cikal bakal Universitas yang terlahir dari cita – cita Luhur untuk terwujudnya Perguruan Tinggi yang berskala Internasional sejajar dengan Al-Azhar di Mesir, Harvard di Amerika, Sorborne di Perancis dan Universitas Pesantren KH. Abdul Chalim di Indonesia.

Institut Pesantren KH Abdul Chalim ini berdiri sejak tahun 2015. Di umur yang masih mudah ini telah mampu menarik ribuan Mahasiswa/i dari sabang sampai Merauke dan bahkan beberapa Negara Asing seperti Uzbekistan, Pakistan, Kazakhstan, Thailand, Vietnam, dan Malaysia dengan mengadakan program beasiswa setiap Provinsi dan beberapa Negara diluar dari Indonesia.

Institut Pesantren KH. Abdul Chalim mempunyai tiga fakultas yang terbagi menjadi 10 jurusan untuk Strata Satu pada tahun 2015 dan 2 prodi Pasca Sarjana di buka pada tahun 2017 yaitu program study Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Agama Islam.

Dr. KH Asep Saefudin chalim, selaku pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah memberikan sambutan pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Dedication of New Student (DNS)  kesadaran Berbangsa dan Bernegara yang di Narasumberi oleh Dandim 0815 Mojokerto, Letkol. Kav Hermawan Weharima S.H..

Dalam sambutannya, Dr. KH Asep Saefudin Chalim MA, memberikan semangat serta menanamkan jiwa Patriotisme dan jiwa nasionalisme kepada calon mahasiswa baru  yaitu mahasiswa berkewajiban mencintai dan menjaga keutuhan NKRI, oleh karena itu untuk menunjang semua itu seorang mahasiswa haruslah mempunyai intelektualitas yang tinggi dan jiwa interpreneur sehingga mampu menjadi konglomerat serta menjadi Ulama yang berpengaruh besar.

Dengan ini Mahasiswa akan menemukan di Institut Pesantren KH Abdul Chalim, Mahasiswa/i  juga wajib belajar Akuntansi, bahasa Arab, Bahasa Inggris, IT dan Ahlusunnh waljama’ah serta adanya pengajian kitab kuning setelah selesai sholat subuh.

Program ini  bertujuan mencetak Mahasiswa/i menjadi seorang ahli dan profesional di berbagai bidang. Jika bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu di kampus ini, tentunya Mahasiswa/i Institut Pesantren KH Abdul Chalim berpengaruh besar dalam menggapai cita-cita para pejuang bangsa  ketika memperjuangkan kemerdekaan republik Indonesia dari tangan para penjajah (Mtr/Amr)