Frame 16

Pelepasan Peserta PPL dan PMPI

Mojokerto, Rabu (28/08) Fakultas Tarbiyah Institut KH. Abdul Chalim (IKHAC) mengadakan Acara Pembekalan dan Pelepasan Peserta PPL dan PMPI . Acara ini diawali dengan upacara pembukaan dan dilanjutkan dengan penyampaian materi dan arahan. Acara yang dihadiri oleh Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah dan diikuti oleh seluruh peserta PPL dan PMPI Fakultas Tarbiyah IKHAC ini berjalan dengan lancar dari pukul 08.00-11.00 WIB. Terkait dengan kegiatan ini, salah satu Mahasiswa PAI, Indri Cahyani, yg mengungkapkan bahwa persiapan untuk kegiatan PPL ini sudah dimulai sejak satu bulan yang lalu. “Yang pasti untuk kegiatan ini, kami sudah diwanti-wanti untuk mempersiapkan diri baik secara moril maupun materiil. Karena mulai dari kostum-pun ada dananya tersendiri” Ujarnya

Adapun peserta PPL dan PMPI ini merupakan angkatan yang pertama, Karena kegiatan ini baru dapat dilaksanakan pada tahun 2016 semenjak berdirinya Institut KH. Abdul Chalim tahun 2015. “Sebagai angkatan yang pertama, kami tidak memiliki pedoman dari kakak tingkat seperti prodi lain, namun kami tidak khawatir karena ada bapak kaprodi yang senantiasa membimbing dan mengarahkan, dan kalaupun menemui permasalahan dalam praktik lapangan sudah ada beberapa DPL yang siap untuk mendampingi kami.” Terang Mahasiswi ayu asli Mojokerto ini. Menurut Ketua pelaksana dan penanggungjawab keterlaksanaan PPL & PMPI, Dr. Rahmat, M.Pd.I., Program ini mutlak untuk dilaksanakan mengingat mahasiswa sudah cukup mendapatkan berbagai teori, baik teori pendidikan mupun ilmu agama serta manajemen yang memadai. Sehingga mahasiswa dituntut untuk bisa menerapkannya dalam kegiatan praktik dilapangan. Dari 5 (Lima) prodi, Terdapat 100 lebih Mahasiswa yang akan disebar di 7 lembaga pendidikan. 4 diantaranya di lingkungan Yayasan Amanatul Ummah, dan sisanya di sekolah/madrasah negeri maupun swasta di sekitar pacet mojokerto.

“Prodi dan Mahasiswa sudah sangat siap, namun masih terdapat kekurangan dalam kelengkapan PPL seperti perangkat pembelajaran.” Jelas Ketua pelaksana dan juga Kaprodi PAI saat ditemui seusai acara. Kegiatan PPL dan PMPI ini berlangsung selama dua bulan dimulai dari tanggal 2 September sampai 2 November 2019. “Harapan saya, semoga kelak mahasiswa Fakultas Tarbiyah menjadi guru dan tenaga pendidik atau kepala sekolah yg berkepribadian unggul utuh dan profesional, serta berakhlaq karimah sehingga siap bersaing dan mewarnai dunia pendidikan era 4.0 saat ini,” Tutup Beliau.

Frame 14(1)

Mantap ! Tiga Dosen IKHAC Jadi Presentator Dalam 3rd Annual Conference for Muslim Scholars (AnCoMS)

SURABAYA – Tiga dosen Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) berhasil lolos seleksi artikel sekaligus menjadi presentator dalam “3rd Annual Conference for Muslim Scholars (AnCoMS)”, Sabtu (23/11/2019). AnCoMS 2019 adalah platform interdisipliner utama untuk presentasi kemajuan baru dan temuan penelitian di bidang Islam. Konferensi ini akan mempertemukan para peneliti terkemuka di seluruh dunia yang aktif di garis depan bidang yang beragam dan multidisiplin. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (KOPERTAIS) wilayah IV ini, sudah digelar untuk yang ketiga kalinya. Kegiatan yang dilaksanakan di Surabaya Suites Hotel tepatnya di Jl.Pemuda No.33-37 Surabaya ini, merupakan forum yang salahsatunya berguna sebagai wadah karya-karya dosen khususnya di wilayah KOPERTAIS IV Surabaya untuk dibukukan. Kegiatan yang bertemakan “The Creation of Muslim Polity in Indonesia: Challenges and Opportunities” ini, diikuti oleh seratus tujuh puluh orang, namun yang dinyatakan lolos seleksi serta berhak mempresentasikan karyanya adalah seratus delapan orang. Tercatat, ada tiga dosen IKHAC yang dinyatakan lolos dan berhak mempresentasikan hasil karyanya didalam forum tersebut. Diantaranya ialah Imam Syafi’i, M.Kom.I, Ammar Zainuddin, M.Pd.I, dan Muslihun, Lc., M,Fil.

Turut hadir dalam acara ini yakni, Dr.Emil Elestianto Dardak, M,Sc, Wakil Gubernur Jawa Timur, Prof. Masdar Hilmy,MA, Ph.D., selaku koordinator KOPERTAIS wilayah IV, Prof.Dr.Phil. H. Kamaruddin Amin,MA, selaku Dirjen Pendis Kementerian Agama RI, narasumber dan panelis serta tamu undangan seminar yang beberapa diantaranya ialah mahasiswa/i Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Prof. Masdar Hilmy, selaku Koordinator KOPERTAIS wilayah IV, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada peserta yang karyanya dinyatakan lolos seleksi dan berhak menjadi presentator dalam forum ini. Sementara itu, Imam Syafi’i, salahsatu dosen IKHAC yang dinyatakan lolos seleksi, mengungkapkan alasan memilih tema yang diangkat dalam karyanya tersebut. “Saya angkat sesuai dengan tema besar yang diharapkan oleh AnCoMS tahun ini, yaitu pemerintah muslim di Indonesia antara peluang dan tantangan serta wakil dari pemerintah Indonesia dalam hal ini ialah BNPT. Semoga dengan karya ini, bisa berpartisipasi di dunia akademik,” ucap Dosen yang familiar di IKHAC ini. (erh)

Frame 14

Selamat, Kesekian Kalinya Dosen IKHAC Meraih Gelar Doktor

Batu, Kamis (17/10) Rahmat selaku dosen dan Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim melaksanakan ujian promosi doktor (Ujian Terbuka) tercatat 3 tahun 6 bulan beliau merampungkan studi strata tiga (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Studi Interdisipliner di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim.

Bertempat di Gedung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) “Auditorium B” lantai IV, Rahmat dengan tema disertasi “Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berwawasan Multikultural (Studi Multisitus di Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Atas Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet-Mojokerto” berhasil memukau segenap dewan penguji yang terdiri dari tujuh (Tujuh) orang diantaranya; Prof. Dr. H. Zainuddin, MA (Penguji Utama), Dr. H. Suaib H. Muhammad, M.Ag (Penguji), Dr. H. M. Sa’ad Ibrahim, MA (Penguji), Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag (Ketua Penguji), H. Triyo Supriyatno, M.Ag., Ph.D (Asisten Ketua/Penguji), Prof. Dr. H. Mulyadi, M.Pd.I (Promotor/Penguji), dan Dr. H. Ahmad Barizi, MA (Co-Promotor/Penguji).

Ujian promosi doktor yang berlangsung 2 (Dua) jam yaitu pukul 08.00-10.00 WIB itu proses tanya jawab yang menarik mengenai fokus dan temuan penelitian yang melingkupi; 1) Konsep pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan multikultural di MA dan SMA Amanatul Ummah Pacet Mojokerto berorientasi kepada mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan keadilan bagi seluruh Bangsa Indonesia dengan karakteristik, a) Memberikan Teladan, b) Bekerja sama, c) Menjaga Kepercayaan, d) Saling Menghargai, e) Hukuman yang humanis, f) No Bullying, dan g) Bertanggungjawab. 2) Strategi pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan multikultural di MA dan SMA Amanatul Ummah Pacet Mojokerto yakni strategi ketat dalam proses dan bertanggungjawab dalam hasil dengan klasifikasi, a) Intrakurikuler (Strategi pembelajaran), b) Ekstrakurikuler (Strategi peminatan), dan c) Kokurikuler (Strategi pemerosesan). Dan 3) Model pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan multikultural di MA dan SMA Amanatul Ummah yakni menggunakan Grand Model Unggul, Utuh, Berakhlaqul Karimah, existing model ini kemudian dikembangkan oleh peneliti menjadi model AMANAH yang sekaligus menjadi temuan formil peneliti, adapun AMANAH singkatan dari Apersepsi, Musyawarah, Apel, Ngaji, Aplikasi, dan Harmoni, dengan komponen model berupa, a) Pendekatan, b) Metode, c) Teknik, d) Tujuan, e) Media, f) Evaluasi, g) Pengayaan, dan h) Daurah (Remidial).

Lulus dengan predikat Cumlaude, Dr. Rahmat, M.Pd.I telah menambah deretan dosen bergelar doktor di Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto. “Diantara harapan saya, penelitian ini dapat turut berkontribusi secara teoritik bagi kemajuan pendidikan Amanatul Ummah yang telah berhasil menerapkan pembelajaran PAI berwawasan multikultural sehingga dapat mengantarkan santri-santrinya hingga ke perguruan tinggi ternama baik dalam maupun luar negeri” Tutupnya. Sebagai sebuah karya ilmiah, disertasi tersebut menurut informasi telah mendapat tawaran dan diterbitkan oleh penerbit ternama PT Rajagrafindo Persada (Rajawali Pers) Anggota IKAPI dengan ISBN 978-623-231-181-7 sebagai buku wajib perguruan tinggi umum maupun Islam.

 

Frame 13

Ini Pesan Khusus Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah kepada Mahasiswa Baru IKHAC

Mojokerto- Institut Pesantren KH. Abdul Chalim merupakan cikal bakal Universitas yang terlahir dari cita – cita Luhur untuk terwujudnya Perguruan Tinggi yang berskala Internasional sejajar dengan Al-Azhar di Mesir, Harvard di Amerika, Sorborne di Perancis dan Universitas Pesantren KH. Abdul Chalim di Indonesia.

Institut Pesantren KH Abdul Chalim ini berdiri sejak tahun 2015. Di umur yang masih mudah ini telah mampu menarik ribuan Mahasiswa/i dari sabang sampai Merauke dan bahkan beberapa Negara Asing seperti Uzbekistan, Pakistan, Kazakhstan, Thailand, Vietnam, dan Malaysia dengan mengadakan program beasiswa setiap Provinsi dan beberapa Negara diluar dari Indonesia.

Institut Pesantren KH. Abdul Chalim mempunyai tiga fakultas yang terbagi menjadi 10 jurusan untuk Strata Satu pada tahun 2015 dan 2 prodi Pasca Sarjana di buka pada tahun 2017 yaitu program study Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Agama Islam.

Dr. KH Asep Saefudin chalim, selaku pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah memberikan sambutan pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Dedication of New Student (DNS)  kesadaran Berbangsa dan Bernegara yang di Narasumberi oleh Dandim 0815 Mojokerto, Letkol. Kav Hermawan Weharima S.H..

Dalam sambutannya, Dr. KH Asep Saefudin Chalim MA, memberikan semangat serta menanamkan jiwa Patriotisme dan jiwa nasionalisme kepada calon mahasiswa baru  yaitu mahasiswa berkewajiban mencintai dan menjaga keutuhan NKRI, oleh karena itu untuk menunjang semua itu seorang mahasiswa haruslah mempunyai intelektualitas yang tinggi dan jiwa interpreneur sehingga mampu menjadi konglomerat serta menjadi Ulama yang berpengaruh besar.

Dengan ini Mahasiswa akan menemukan di Institut Pesantren KH Abdul Chalim, Mahasiswa/i  juga wajib belajar Akuntansi, bahasa Arab, Bahasa Inggris, IT dan Ahlusunnh waljama’ah serta adanya pengajian kitab kuning setelah selesai sholat subuh.

Program ini  bertujuan mencetak Mahasiswa/i menjadi seorang ahli dan profesional di berbagai bidang. Jika bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu di kampus ini, tentunya Mahasiswa/i Institut Pesantren KH Abdul Chalim berpengaruh besar dalam menggapai cita-cita para pejuang bangsa  ketika memperjuangkan kemerdekaan republik Indonesia dari tangan para penjajah (Mtr/Amr)